.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;
Inovasi Penggunaan Limbah Kulit Kerang Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Paving Block

Senin, 17 Agustus 2015

Inovasi Penggunaan Limbah Kulit Kerang Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Paving Block

               

 Indonesia merupakan negara Kepulauan, dengan berjuta potensi, dengan luas perairan mencapai  5,8 juta km dan garis pantai mencapai  81.000. Indonesia memiliki potensi besar  dalam pengelolaan kekayaan laut khususnya sektor  perikanan. Berdasarkan luas wilayah, potensi perikanan di Indonesia  dapat mencapai 6,7 juta ton ikan pertahun. Oleh sebab itu perikanan merupakan sub sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam rangka pembangunan Indonesia. Selain ikan, potensi lain dari perairan laut di Indonesia adalah kerang.
                Dari sekian banyak potensi kerang yang dihasilkan di Indonesia, kebanyakan masyarakat hanya memanfaatkan daging kerang saja untuk dikonsumsi sedangkan cangkang kerang belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini menimbulkan permasalahan berupa sampah cangkang kerang yang menumpuk di daerah pesisir pantai. Berdasarkan data DKP tahun 2005 cangkang kerang dan dagingnya berbanding 7:3. Cangkang kerang yang tidak termanfaatkan ini menimbulkan serangkaian masalah bagi lingkungan.
                Salah satu cara untuk mengurangi limbah kulit kerang yamg menumpuk di pesisir pantai adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan pengganti pasir dalam pembuatan paving block.Hal ini juga dilakukan agar dapat mengurangi pengeksploitaian pasir sebagai bahan dasar utama pembuatan paving block,jika pengeksploitan pasir terus dilakukan maka akan berdampak hal buruk lain untuk lingkungan.
                Limbah kulit kerang tersebut digunakan sebagai bahan kasar, karena kulit kerang mengandung senyawa SIO2,yang mana kandungan senyawa tersebut sama dengan kandungan senyawa dalam pasir, sehingga dalam pembuatan paving block tidak banyak menggunakan pasir.Dari segi pemeliharaan kelestarian lingkungan cara ini merupakan salah satu upaya untuk mereduksi limbah yang berasal dari kulit kerang.
                Pemanfaatan limbah kulit kerang sangat kurang,karena selama ini hanya digunakan sebagai hiasan,pakan ternak, dan campuran kosmetik,sedangkan keberadaan kulit kerang semakin mengganggu lingkungan kampung nelayan dan merusak keindahan pantai, jika limbah dibuang terus-menerus tanpa adanya pengelolaan yang maksimum dapat menimbulkan gangguan keseimbangan lingkungan,dengan demikian menyebabkan lingkungan tidak berfungsi seperti semula dalam arti kesehatan,kesejahteraan,dan keselamatan hayati.
                Untuk mendapatkan paving block dengan kualitas yang baik dilakukan variasi berbandingan komposisi campuran bahan-bahan dalam pembuatan paving block, dengan campuran semen, pasir,dan kulit kerang. Paving block juga harus memenuhi persyaratan mutu bahan sesuai dengan SNI 03-0691-1996,maka dari itu setelah proses pembuatan paving block dengan campuran limbah kulit kerang harus dilakukan uji kualitas yang meliputi: Uji kuat tekan,uji penyerapan air,dan uji ketahanan terhadap Natrium Sulfat.
                Dari uraian di atas kita ketahui juga bahwa pemanfaatan cangkang kerang secara optimal mampu menghasilkan nilai ekonomis yang tidak kalah tinggi,selain berekonomis tinggi pemfaatan sampah cangkng kerang ini juga bertujuan untuk mengurangi sampah cangkang kerang yang menjadi sumber permasalahan.
                Proses pengumpulan sampah kerang dari para nelayan dan masyarakat sekitar pantai dapat dilakukan salah satunya dengan cara pembuatan “Trash bank”  atau bank sampah agar sampah kerang tidak lagi berserakan di area pantai karena dapat merusak keindahan dan ekosistem pantai
                Dengan adanya “Trash Bank” atau bank sampah ini masyarakat sekitar pantai dapat meningkatkan taraf ekonominya sekaligus menjaga lingkungan. Pengelolaan limbah selanjutnya  dapat dilakukan oleh orang-orang yang berprofesi dalam bidang teknik sipil, sehingga menjadi paving block yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.